Jumat, Oktober 03, 2008

Trik Warga Sulut di Colorado Dukung WOC

Bentuk Mapalus, Gencar Lakukan Promosi 

Warga Sulut di AS membuktikan jarak bukanlah halangan dalam memberikan dukungan terhadap event Internasional yang akan diselenggarakan di Bumi Nyiur Melambai.

GEMA World Ocean Conference (WOC) terus bergaung. Event yang diharapkan bisa mengangkat nama Sulut ke dunia internasional ini terus menjadi bahan pembicaraan warga Kawanua di seluruh dunia, termasuk di Colorado.Negara bagian yang terletak di sekitar Rocky Mountain dengan populasi 4,861,515 pada tahun 2007. 
Belum lama ini sebuah organisasi bernama Mapalus didirikan di sini. Mapalus yang berarti gotong royong ini sesuai dengan tujuan dibentuknya perkumpulan ini, yaitu saling bahu membantu antar sesama warga Minahasa secara khusus dan Indonesia secara umum. Kini di tengah gaung WOC, Mapalus merasa wajib untuk membantu menyukseskan event ini. 
"Selain membantu warga Minahasa dan Indonesia terhadap masalah-masalah yang kerap ditemui seperti seputar imigrasi. Tujuan kami yang lain yaitu mengenalkan Sulut kepada dunia internasional dan juga sebisa mungkin memberikan tenaga dan pikiran kami demi kesuksesan WOC," jelas Robert Mewengkang, salah satu tokoh Minahasa yang membidani kelahiran Mapalus ini.
Organisasi ini bersama para warga Minahasa di seluruh AS rupanya tidak main-main. Mereka bahkan telah menyatakan kesiapan mereka secara langsung terhadap Gubernur Sulut, SH Sarundajang yang sempat berkunjung ke New York, Oktober lalu.
Menurut Mewengkang, Sarundajang memang secara khusus meminta masyarakat Sulut di AS untuk membantu mempromosikan event ini terhadap warga Amerika. Warga Sulut bukan hanya menyambut baik tapi memuji terobosan yang dilakukan pemerintahan Sulut. 
"Sarundajang itu low profile tapi high performance," ujar Mewengkang yang kini berdomisili di Colorado. Yang paling dibanggakan, perhatian warga Sulut bukan hanya datang dari mereka yang lahir di Sulut tapi juga generasi muda yang lahir di AS. 
Menurut Mewengkang yang juga pembina Maesa Amerika ini, banyak yang siap ke Manado untuk jadi interpreter jika diperlukan. "Biar masih muda, mereka masih menunjukkan minat yang besar terhadap kebudayaan mereka," jelas Mewengkang.
Besarnya pengaruh event ini banyak warga Sulut yang menyatakan akan pulang kampung. "Jumlahnya tentu akan lebih besar. Sayangnya masih banyak warga yang belum mempunyai surat resmi jadi tidak bisa ke Manado," tambahnya lagi. Mewengkang sendiri juga akan berusaha supaya bisa ke Manado. Terakhir menginjakkan kaki di bumi Toar Lumimuut, 2005 lalu.
Belum lama ini, event mempromosikan WOC digelar dalam bentuk Cultural Event, sebagai salah satu kegiatan pertama organisasi yang baru dibentuk April lalu di Aurora, Colorado. Selain itu kegiatan ini sekaligus memperkenalkan budaya Minahasa dan Indonesia kepada masyarakat AS. 
"Biarpun Mapalus adalah organisasi orang Minahasa, tapi dalam Cultural Event tersebut, kami juga turut mempromosikan kebudayaan Indonesia pada umumnya," jelas Mewengkang.
Tak heran, di acara tersebut food festival dan pameran produk dari beragam daerah di Indonesia termasuk kerajinan tangan seperti batik dan sebagainya. Setidaknya sekitar 500 warga Indonesia dan Amerika menghadiri kegiatan tersebut. 
Mapalus sendiri diketuai Rudy Goni dengan Stenly Legoh sebagai Sekretaris dan Nico Tani sebagai bendahara. Robert Mewengkang, Tony Wowor, dan Yoram Tumarante bertindak sebagai pembina (*) mdopos tLaporan: M Pakasi, AS



Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.

1 komentar:

Suprih's Blog mengatakan...

trik warga sulut di colorado dukung WOC bagus ya. Artikel kamu juga bagus lo